FWPI LAMPUNG SOROTI DUGAAN MAFIA BERKEDOK APARATUR PEMERINTAHAN DESA
Bandar Lampung - FBINEWSLAMPUNG.NET
Informasi Maraknya oknum bertopeng aparatur Pemerintahan Kelurahan/desa dalam pendistribusian Bantuan Tunai terhembus dari pengakuan lisan para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) .
Salah satu sample seperti yang terjadi di Desa Pekondoh, Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran, warga masyarakat yang terdata sebagai keluarga Penerima Manfaat mengeluhkan tindakan oknum Aparatur desa setempat yang mendatangai mereka satu persatu guna meminta dana sebesar 400 ribu rupiah, dimana uang itu akan dibelanjakan dan masyarakat akan menerima bantuan dalam bentuk bahan makanan sebagaimana bentuk bantuan BPNT.
Mirisnya lagi permintaan dana tersebut disertai dengan ancaman penghapusan nama si KPM dari data penerima bantuan jika mereka tidak menuruti keinginan mereka.
Menyikapi adanya dugaan penyimpangan aturan yang dilakukan mafia bantuan tunai berkedok aparatur pemerintah, Forum Wartawan Profesional Indonesia (FWPI) Lampung yang diketuai Syahrulloh menghimbau pada pihak pihak terkait, tanpa terkecuali agar sesegera mungkin mengambil langkah penanganan atas kondisi yang terjadi ditengah proses penyaluran bantuan tersebut.
" Kami menghimbau kepada seluruh pihak terkait agar sigap dalam merespon kondisi yang jelas jelas merugikan masyarakat yang dilakukan oknum oknum tidak bertanggung jawab, oknum oknum yang selalu mencari celah kesempatan ditengah kesempitan. Jangan hanya diam dan membiarkan semua itu semakin berlarut larut" Tegas Ketua FWPI Lampung Syahrulah. MA.
Dia juga menegaskan kepada masyarakat luas agar jangan ragu - ragu mengungkapkan prilaku penyimpangan yang dilakukan para oknum yang semestinya, melakukan hal hal bersifat pen dukungan bagi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan di wilayah tugasnya, bukan sebaliknya. @lis
Oknum Aparatur ditingkat desa menjadi Mafia baru Bantuan Tunai Rp. 600 ribu perbulan Januari Maret 2022, dengan berbagai Madus, Ketua FWPI Lampung meminta APH ( Aparat Penegak Hukum) turun Lapangan secepatnya untuk mengambil sikap tegas, pasalnya KPM merasa terintimidasi oleh tingkah laku oknum desa, hal ini disampaikan Syahrullah.MA keawak media. Selasa (1/3/2022).
Di sampaikan DPW FWPI , Berdasarkan keluhan dan perbincangan baik di group Whatsapp maupun via seluler, KPM mengeluh dengan penjemputan batuan tunai BPNT Rp.600 ribu di beberapa rumah KPM dengan modus Rp. 400 ribu di belakang oleh oknum Aparatur desa.
"Dari pembagian Tunai BPNT, beberapa KPM di sambangi di kediamannya oleh di duga aparatur desa dan di minta uang senilai rp.400 ribu dengan intimidasi " ceklis SIG ENJI" ( akan di blacklist), untuk di belanjakan sembako oleh mereka, disinyalis modusnya untuk meraup keuntungan" jelasnya.
Dia melanjutkan, dengan adanya modus baru mafia BPNT yang disalurkan oleh kementrian sosial, DPW FWPI Se-provinsi Lampung selaku penyampai informasi publik, berharap APH Lampung dapat tegak lurus dalam menindak para oknum yang merugikan program pemerintah khususnya Bantuan dari Kemensos.
"Kami dari FWPI Lampung, selain kecewa terhadap oknum aparat yang diduga melakukan berbagai modus untuk mencari keuntungan pribadi, berharap ada langkah tegas dari APH Lampung" pungkasnya.
Posting Komentar