PLASMA SAWIT KCMU AKAN BLOKADE LAHAN PERKEBUNAN SAWIT.
LAMPUNG-FBINEWS
Konflik Plasma Sawit PT. KCMU dengan pihak perusahaan,belum menemukan solusi, aksi saling claim antara kedua belah pihak masih stagnan.
Janji akan menyelesaikan persoalan pihak Pemkab Pesisir barat dengan membentuk tim pencari faktapun, sampai hari ini belum membuahkan hasil sebagaimana diharapkan masyarakat petani plasma /non plasma di Kecamatan Pesisir selatan.
Berbagai upaya terus dilakukan demi mendapatkan apa yang diklaim masyarakat adalah hak mereka, meminta bantuan dari Lembaga Bantuan hukum pun telah mereka tempuh.
Hotman, salah satu plasma sawit, mengaku sangat kecewa dengan penyikapan pihak Pemkab Pesibar melalui Dinas Perkebunan, yang dinilainya cenderung berat sebelah. Selaku bagian sekaligus koordinator dari tim pencari fakta bentukan Pemkab setempat, dikatakan Hotman bukannya mencari fakta rill tapi seolah melakukan pembenaran.
" Kami diundang pihak Pemerintah waktu bulan puasa tahun ini, disana pihak dinas perkebunan yang menemui kami, dia bilang lahan perkebunan sah punya KCMU, dengan memperlihatkan lembaran kertas dan kwitansi jual beli, ditanda tangani masyarakat dan diketahui peratin waktu itu" Ujar Hotman ,Senin(20/06)
Masyarakat dan mantan peratin yang dikatakan mengetahui, menandatangani lembaran tersebut dan kebetulan hadir dalam undangan dengan tegas mengatakan bahwa merek tidak pernah mendatangani surat jual beli atas lahan itu, lanjut Hotman.
Setelah mengetahui lembaran arsip bukti jual beli lahan tanah milik adat yang disodorkan pihak Dinas Perkebunan, dan tidak mendapatkan respon sebagaimana diharapkan masyarakat, ketika dlakukan sanggahan atas keabsahan surat jual beli tersebut dari pihak dinas yang mewakili Pemkab Pesibar, dikatakan Hotman, mewakili plasma sawit dan non plasma lainnya di Pesisir Selatan memutuskan untuk melakukan konsultasi sekaligus meminta bantuan pihak Lembaga bantuan hukum.
" jelas surat jual beli itu rekayasa KCMU, pemalsuan data, kami tidak bisa Terima, pengacara kami sudah layangkan surat permohonan audensi kepihak perusahaan, sejak akhir Mei 2022 tapi sampai saat ini tidak ada respon sama sekali, kami siap adu data dalam hal ini. Dan kami akan memblokade lahan sementara waktu jika kondisinya masih seperti ini"
Pungkas Hotman.
@Tim

Posting Komentar